Sabtu, 22 Oktober 2016

Ingatan Lampau

Muhammad Herlambang PrakasaYudha
21 Oktober 2016

Diam, tak ada kerjaan lagi
Tiap hari aku bahagia tanpa batas
Bosan hidup serba ada
Tak ada yang aku mau lagi

Temu yang tak terencana
Temu yang membuatku termenung
Temanku disaat itu
Temanku disaat kuliah
Cengkrama ini membawa pikiranku jauh
Jauh kedalam masa lampau

Awal pembuka sukses
Bimbingan lah yang utama
Percuma jika saja sukses
Tanpa sebuah dasar
Dasar hidup, dasar dunia, dasar akhirat
Dicekoki dasar ilmu untuk masa kedepan
Memang berat tapi bermanfaat

Komunikasi adalah penghubung
Manfaat yang tak hingga
Beratlah memang menjalaninya
Tapi ini untuk masa kedepan
Kesibukan tiada tara
Kelelahan yang menjadi
Melelehnya otak
Urusan tak kelar
Semua berasa tak berdaya
Tak ada semangat
Hanya ada harapan
Inikah yang disebut pengurus?
Ingatan menyebalkan
Ingatan menyakitkan
Ingatan yang tak ingin diingat
Apalah daya, semua sudahlah lampau

Isinya kumpulan daging setengah matang
Belum sempurna tuk disajikan di dunia
Untuk kesempurnaan
Tak perlu dipanggang terus
Dingin pun perlu
Karena sempurna butuh keduanya
Bercanda, tawa, riang
Bercengkrama, bicara, bercakap
Bernyanyi, bermain, seru
Bahagia, tersenyum, senang
Hanya kami, kami yang butuh pendingin
Hanya sebentar memang
Tapi sangat berkesan
Kami tak ingin ini habis
Kami ingin terus bersama
Tak berbatas dengan waktu

Kumpulan dasar dunia sudah kupegang
Memang belum sempurna
Hanya saja bekal masa kedepan
Senyum bahagia
Tawa senang
Hanya dengan dipindahkan tali atas toga
Bebas dari jeruji
Lalu masuk kandang naga
Jelmaan dari dunia yang fana
Dibalik itu, semua sedih
Berpencarnya daging matang hampir sempurna ini
Serasa menjadi petaka bagi kami
Semua telah dalam kandang naga masing masing
Semua berjuang demi masa kedepan


Hagianya aku kini
Ingatan lampau yang burukpun
Kini adalah cerita indah
Semua kini berjalan dalam jeruji  panas yang fana tanpa batas

Selasa, 18 Oktober 2016

Mabim Ekspektasi

Muhammad Herlambang Prakasa Yudha
14 Oktober 2016

Aku tertegun, diam tak bisa berkata
Tak percaya akan kejadian ini
Aku lulus, aku masuk
Akhirnya keinginan ini tercapai
Aku lulus, aku masuk
Matematika Unpad, aku datang!

Eh, aku belum masuk himpunan
Harus ada mabim kah?
Mabim apa yang aku dapat kini
Berita tivi bilang dengan kekerasan
Eh tivi ini bilang dengan ilmu dunia yang guna

Dua pikiranku ini berkecamuk berperang angkat senjata
Mabim kali ini apa?
Bagaimana mabim ini?!

Peloncoan?
Jalan jongkok kah dari gerlam hingga rektorat?!
Push up kah dengan diduduki kating?!
Atau lari keliling Unpad sampai badanku kering?!
Dibentak sampai kupingku bocor keluar darah?!
Dan tugas, tugas, tugas kah tanpalelap sedikitpun?!
Takut aku! Tak mau aku ikut mabim!

Tapi, tivi satunya bilang
Mabim bakal disuap sama ilmu
Mabim bakal diisi keriangan
Aku akan kenal banyak orang
Kami akan dekat
Kami akan solider
Akan ada kejadian lucu
Akan ada kejadian tak dilupa
Tambah lagi kenangan unik milikku ini
Apapun kenangan itu, harapku seru dan tak dilupa

Ah udahlah, pikiran ku udah gak waras
Mabim pelonco atau mabim ilmu
Terima aja yang ada
Sekarang jalanin aja apa yang bakal datang

Jalan Menuju Kahyangan

Muhammad Herlambang Prakasa Yudha
08 Oktober 2016

Rencana, jalan menuju kahyangan dunia
Yakinku akan sebuah rencana
Akan membawaku pada kahyangan dunia
-
Awalku kini merintih dari nol
Sibuk sini sibuk sana
Hutang sini hutang sana
Urus sini urus sana
Bisa gila aku

Tenanglah bodoh
Ini baru awal
Aku bisa kalau aku usaha
Aku bisa kalau aku percaya
Kini, untung sini untung sana
Surplus sini surplus sana
Duit sini duit sana
AKU KAYA!
Aku sekarang dewa dalam kahyangan dunia
Mimpiku sekarang nyata
Rencanaku lebih tinggi dari rencana Tuhan

Hidupku kini berwarna
Mau ini mau itu
Tinggal aku suruh babu
Mobil sport, kuberikan pada anak babu
Helikopter, kuberikan pada babu
Jet? Untuk apa?
Aku sekarang dewa dalm kahyangan dunia

Kenapa ini? Ada apa?
Kini, turun sini turun sana
Rugi sini rugi sana
Nunggak sini nunggak sana
Bodoh aku
Tolol aku
Rendah aku
Hina sekali aku
Kini apa?
Apa yang aku punya?

Aku bilang, rencanaku lebih tinggi dari rencana Tuhan
Bodoh aku, rencanaku tak berarti apapun banding rencana Tuhan
Kini aku tahu, aku bukanlah apa apa tanpa sang kuasa
Aku tak kan ambisius lagi
Kini, aku serahkan semuanya pada Tuhan
Karena Tuhan tahu yang tebaik bagiku